Sabtu, 03 September 2011

TELAGA DAN GARAM


Suatu ketika, hiduplah seorang tua yang bijak. Pada suatu pagi, datanglah seorang anak muda yang sedang dirundung banyak masalah. Langkahnya gontai dan air muka yang ruwet. Pemuda itu, memang tampak seperti orang yang tak bahagia. Pemuda itu menceritakan semua masalahnya. Pak Tua yang bijak mendengarkan dengan seksama. Beliau lalu mengambil segenggam garam dan segelas air. Dimasukkannya garam itu ke dalam gelas, lalu diaduk perlahan. “Coba, minum ini, dan katakan bagaimana rasanya, “ujar Pak tua itu. “Asin. Asin sekali, “jawab sang tamu, sambil meludah kesamping. Pak Tua tersenyum kecil mendengar jawaban itu. Beliau lalu mengajak sang pemuda ke tepi telaga di dekat tempat tinggal Beliau. Sesampai di tepi telaga, Pak Tua menaburkan segenggam garam ke dalam telaga itu. Dengan sepotong kayu, diaduknya air telaga itu. “Coba, ambil air dari telaga ini dan minumlah.” Saat pemuda itu selesai mereguk air itu, Beliau bertanya, “Bagaimana rasanya?” “Segar,” sahut sang pemuda. “Apakah kamu merasakan garam di dalam air itu?” tanya Beliau lagi. “Tidak,” jawab si anak muda. Dengan lembut Pak Tua menepuk-nepuk punggung si anak muda. “Anak muda, dengarlah. Pahitnya kehidupan, adalah layaknya segenggam garam tadi, tak lebih dan tak kurang. Jumlah garam yang kutaburkan sama, tetapi rasa air yang kau rasakan berbeda. Demikian pula kepahitan akan kegagalan yang kita rasakan dalam hidup ini, akan sangat tergantung dari wadah yang kita miliki. Kepahitan itu, akan didasarkan dari perasaan tempat kita meletakkan segalanya. Itu semua akan tergantung pada hati kita. Jadi, saat kamu merasakan kepahitan dan kegagalan dalam hidup, hanya ada satu hal yang bisa kamu lakukan. Lapangkanlah dadamu menerima semuanya. Luaskanlah hatimu untuk menampung setiap kepahitan itu.” Beliau melanjutkan nasehatnya. “Hatimu adalah wadah itu. Perasaanmu adalah tempat itu. Kalbumu adalah tempat kamu menampung segalanya. Jadi, jangan jadikan hatimu itu seperti gelas, buatlah laksana telaga yang mampu meredam setiap kepahitan itu dan merubahnya menjadi kesegaran dan kebahagiaan.”
JUST TO HELP ME DRY THE TEARS THAT I'VE CRIED.
EPOL-HEART//BLOGSPOT.COM//COLLECTION.

Rabu, 31 Agustus 2011

Membuat Auto Summary Pada Microsft Office Word 2007

Microsoft Word mempunyai salah satu pilihan auto summary yang secara otomatis akan membuat ringkasan dokumen untuk Anda. Bila Anda memilih opsi ini, Word akan memeriksa dokumen dan menyoroti kalimat yang paling penting. Dan akan secara otomatis membuat ringkasan dari dokumen anda.
Pilihan Auto Summary tidak tersedia secara default pada Word 2007. Anda dapat membuat alat ini tersedia dengan mengikuti langkah-langkah:
1. Klik tombol Office dan pilih Word Options.
2. Klik Customize.
3. Menggunakan Choose Commands Dari daftar drop-down, pilih Perintah Bukan Di Ribbon/Commands Not In the Ribbon.
4. Dalam daftar perintah yang tersedia, cari dan pilih AutoSummary tool.
5. Klik tombol Add. Perintah disalin ke sisi kanan kotak dialog.
6. Klik OK.


Alat AutoSummary sekarang muncul pada toolbar Akses Cepat. Untuk membuat ringkasan dokumen:
1. Buka dokumen yang ingin Anda ringkas.
2. Klik tool pada toolbar AutoSummary Akses Cepat.
3. Pilih Auto Summarize dari submenu yang muncul.
4. Di tipe Jenis Ringkasan, tentukan yang mana dari empat jenis ringkasan yang ingin Anda buat.
5. Di tipe Panjang Ringkasan, anda dapat menentukan berapa persen dari naskah asli yang akan dijadikan ringkasan.
6. Klik tombol OK.
Dan sekarang naskah dokumen anda pun telah teringkas dengan baik secara otomatis dan cepat.
terimakasih (epol-heart)

URUTAN NAMA BULAN DALAM ISLAM

Muharram, artinya, yang diharamkan atau yang menjadi pantangan.  

Penamaan Muharram, sebab pada bulan itu
dilarang menumpahkan darah atau berperang. Larangan tesebut berlaku
sampai masa awal Islam.

Shafar,
artinya, kosong. Penamaan Shafar, karena pada bulan itu semua orang
laki-laki Arab dahulu pergi meninggalkan rumah untuk merantau, berniaga
dan berperang, sehingga pemukiman mereka kosong dari orang laki-laki.

Rabiu’ul Awal,
berasal dari kata rabi’ (menetap) dan awal (pertama). Maksudnya masa
kembalinya kaum laki-laki yang telah meninqgalkan rumah atau merantau.
Jadi awal menetapnya kaum laki-laki di rumah. Pada bulan ini banyak
peristiwa bersejarah bagi umat Islam, antara lain: Nabi Muhammad SW
lahir, diangkat menjadi Rasul, melakukan hijrah, dan wafat pada bulan
ini juga.
Rabi’ul Akhir, artinya masa menetapnya kaum laki-laki untuk terakhir atau penghabisan.

Jumadil Awal,
nama bulan kelima. Berasal dari kata jumadi (kering) dan awal
(pertama). Penamaan Jumadil Awal, karena bulan mi merupakan awal musim
kemarau, di mana mulai terjadi kekeringan.
Jumadil Akhir, artinya, musim kemarau yang penghabisan.

Rajab,
artinya mulia. Penamaan Rajab, karena bangsa Arab tempo dulu sangat
memuliakan bulan ini, antara lain dengan melarang berperang.

Sya’ban,
artinya berkelompok. Penamaan Sya’ban karena orang-orang Arab pada
bulan ini lazimnya berkelompok mencari nafkah. Peristiwa penting bagi
umat Islam yang terjadi pada bulan ini adalah perpindahan kiblat dari
Baitul Muqaddas ke Ka’bah (Baitullah).

Ramadhan,
artinya sangat panas. Bulan Ramadhan merupakan satu-satunya bulan yang
tersebut dalam Al-Quran, Satu bulan yang memiliki keutamaan, kesucian,
dan aneka keistimewaan. Hal itu dikarenakan peristiwa-penistiwa peting
seperti: Allah menurunkan ayat-ayat Al-Quran pertama kali, ada malam
Lailatul Qadar, yakni malam yang sangat tinggi nilainya, karena para
malaikat turun untuk memberkati orang-orang beriman yang sedang
beribadah, bulan ini ditetapkan sebagai waktu ibadah puasa wajib, pada
bulan ini kaurn muslimin dapat rnenaklukan kaum musyrik dalarn perang
Badar Kubra dan pada bulan ini juga Nabi Muhammad saw berhasil
mengambil alih kota Mekah dan mengakhiri penyembahan berhala yang
dilakukan oleh kaum musyrik.

Syawal,
artinya, kebahagiaan. Maksudnya kembalinya manusia ke dalam fitrah
(kesucian) karena usai menunaikan ibadah puasa dan membayar zakat serta
saling bermaaf-maafan. Itulah yang mernbahagiakan.

Dzulqaidah,
berasal dari kata dzul (pemilik) dan qa’dah (duduk). Penamaan
Dzulqaidah, karena bulan itu merupakan waktu istirahat bagi kaum
laki-laki Arab dahulu. Mereka menikmatmnya dengan duduk-duduk di rumah.
 
 Dzulhijjah artinya yang menunaikan haji. Penamaan Dzulhijjah, sebab pada bulan ini umat Islam sejak Nabi Adam as. menunaikan ibadah haji. 

Saya menulis belog ini untuk saling mengingatkan ketika kita belum menghafal nama-nama bulan dalam Islam
berbagi ilmu.
epol-heart